Kedatangan Belanda di Tanah yang Berharga

Timnas sepakbola Hindia Belanda, sumber: In de Archipel



"Sebuah negeri yang begitu berharga" begitu semacam pujian besar oleh Ratu Wilhelmina bahkan tidak pernah menginjak kaki di tanah yang ia dambakan. 

Ratu Wilhelmina paling merana dan sedih ketika mendengar kabar bahwa Hindia Belanda "sudah" tidak ada lagi, hanya tinggal kenangan. Akibat itu, beliau pun mundur dari tahta Kerajaan Belanda dan digantikan oleh Ratu Juliana. 

Hindia Belanda apakah itu? Apakah itu yang dimaksud dengan Indonesia pada jaman modern?

Ya, benar! Kenapa Hindia Belanda?

Kita harus memulai kembali pada abad ke 15 dimana kejatuhan Konstantinopel memicu bangsa Eropa memutuskan untuk berlayar ke dunia baru. Perdagangan mereka biasa dilakukan di Alam Sutera tetapi ditutup semenjak Konstantinopel jatuh pada tahun 1453. Nah, perdagangan bangsa Eropa beralih pada pelayaran di dunia baru! 

Belanda saat itu, belum menjadi sebuah negara, tanah itu hanyalah tanah yang rendah, sakingnya rendah nyaris mendekati dengan air laut ada di utara serta sunga-sungai besar mengalir di tanah itu. Orang Jerman kala itu menyebut dalam bahasa Jerman kuno, "neder" artinya rendah sedangkan "low" artinya tanah saat itu masih dalam bahasa Jerman kuno yang dipakai oleh masyarakat Eropa Barat. Maka dikenal dengan "low countries" dalam bahasa Inggris. 

Belanda saat itu masih dikuasai oleh Spanyol hingga pemberontakan kemerdekaan Belanda jatuh pada tahun 1579. Republik Belanda yang dikenal dengan Republik Tujuh Provinsi Belanda Bersatu atau bahasa Belanda "Republiek der Zeven Verenigde Nederlanden" terdiri dari Friesland, Stad en Ommelanden, Overijssel, Gelre, Utrecht, Holland, Zeeland en Drenthe, dan beberapa wilayah gabungan lainnya, resmi didirikan oleh seorang Raja Belanda keturunan Jerman, Willem I van Oranje-Nassau. Kala tujuh provinsi Belanda resmi mendeklarasikan kemerdekaan dan melawan kekuasaan Spanyol. Republik Belanda itu tidak hanya dari Belanda saja tetapi juga Belgia kelak memisahkan diri pada tahun 1830. Hingga sekarang Belanda modern menjadi negara kerajaan parlementer. Raja Belanda sebagai kepala negara yang dipilih berdasarkan tahta dan keturunan keluarga kerajaan sedangkan Perdana Menteri sebagai kepala pemerintah yang dipilih oleh parlemen. 

Alasan Belanda memutuskan berlayar ke dunia baru?

Sebenarnya motivasi mencari rempah-rempah pertama kali dipelopori oleh Henry Sang Pelajahi dari Portugal melopori "Age of Discovery" memulai pelayaran pertama kali dari bangsa Eropa. Beliau sangat penasaran tentang "dunia baru" sehingga beliau mendarat di benua Afrika Utara pada awal abad ke 15, saat itu masih dikuasai oleh bangsa Moor. Kemudian, Portugal melakukan pelayaran kedua dipimpin oleh Dinis Dias berhasil mendarat di pesisir Senegal dan menyebut, "men say comes from the Nile, being one of the most glarious rivers of Earth, flowing from the Garden of Eden and the earthly paradise." pada tahun 1455. Ekspidisi Portugal terus berlanjut sampai di India kemudian diikuti oleh bangsa Spanyol dan Inggris. 

Belanda pun tidak mau ketinggalan karena Belanda saat itu miskin dan berusaha untuk merdeka dari cengkraman Spanyol. Kemudian kekuasaan Spanyol jatuh pada bangsa Portugis tahun 1580 dimana akses perdagangan Belanda via Lisbon ditutup dan menyebabkan Belanda mengalami kesulitan ekonomi dan hidup miskin. Maka, Belanda memutuskan ikut pelayaran ke dunia baru dan mencari tanah yang belum pernah dikuasai oleh bangsa lain. Cornelis de Houtman beserta para pasukan armada dengan empat kapal meninggalkan Amsterdam pada 2 April 1595 dan melayar ke arah timur dengan rute nyaris sama yang dilalui oleh bangsa Portugis mencapai Tanjung Harapan. Cornelis de Houtman berhasil mendarat di sebuah negeri yang dikuasai oleh Kerajaan Mataram, yaitu Banten pada 27 Juni 1596. Mereka datang dengan misi berdagang Namun ekspedisi pertama ditolak oleh Raja Banten akibat sikap kasar oleh pihak Belanda meski begitu mereka berhasil membawa pulang rempah-rempah melalui ekspedisi lanjutan ke Bali melalui negoisasi dengan Raja Bali. Kemudian ekspedisi kedua dipimpin oleh Jacob van Heemskerck mendarat di Banten pada 1598 dan diterima baik oleh Raja Banten melalui jalur diplomasi. 

Meski misi Belanda hanyalah misi dagang (jangan dihitung berdasarkan awal kedatangan, ya, Aku tim gak percaya pada 350 Tahun Dijajah) namun seiring perjalanan waktu, misi Belanda pun berubah menjadi misi koloni baru pada tahun 1602 (nah ini sudah masuk hitungan namun hanya berlaku di Jawa, guys karena daerah lain belum ditaklukan dan masih dalam berperang dengan tentara VOC) dimana serikat dagang Hindia Timur bernama Vereegnide Oost-Indische Compaigne (VOC) yang diberi wewenang otonom untuk mengontrol wilayah dagang. Kemudian, Jan Pieterszoon Coen pada tahun 1619 membuka loji atau pos dagang sekaligus benteng pertahanan pertama kali di Batavia. Batavia pun menjadi pusat administrasi dan militer Belanda di Asia. Coen bersikap sangat kasar pada kerajaan-kerajaan lokal dan memaksa kontrak dagang monopoli yang merugikan. 

VOC tidak hanya membawa para pedagang tetapi juga membawa tentara sendiri kelak bernama Koninlijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL) dibentuk tahun 1884 yang merekrut oleh calon tentara berasal dari bangsa Eropa, terdiri dari Belanda, Belgia, Prancis, Italia, Spanyol, hingga Jerman serta suku-suku Bumiputera dari Minahasa, Maluku, Jawa, Manado, dan lain-lain. Laki-laki Eropa adalah gelombang pertama bermigrasi ke Hindia kemudian disusul oleh para perempuan dan anak Eropa dibawa ke Hindia beberapa tahun setelahnya untuk mengatasi praktik pergundikan yang dilakukan oleh para pejabat VOC (akan dibahas selanjutnya). 

Sejak itu, kehidupan baru bersama bangsa Eropa resmi dimulai di tanah yang berharga, Hindia Belanda! Penasaran tentang cerita-cerita kehidupan di Hindia Belanda lainnya? Mari nantikan tulisan baru selanjutnya!

Sumber:
Rocher, Jean dan Iwan Santoso. 2016. KNIL: Perang Kolonial di Nusantara dalam Catatan Dataran Prancis. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Comments