Fakta-Fakta Menarik Tentang Kolonialisme Hindia Belanda

Surabaya, Hindia Belanda, sumber: House of Cards


Memasuki tahun baru 2026 dengan harapan dan keinginan kita akan buat, pastinya ingin lebih baik daripada tahun lalu. Jadi, inilah tulisan pertama saya pada tahun 2026 tentang fakta-fakta menarik kolonialisme Hindia Belanda. Saya akan mengungkapkan lima fakta dengan ringkasan di sini, ya. Mari membaca sampai akhir.

1.      Laki-Laki Adalah Gelombang Pertama

Ilustrasi: Tentara KNIL, sumber: news.detik.com


Kedatangan armada Belanda dipimpin oleh Cornealis de Houtman tahun 27 Juni 1596 setelah berlayar sekitar satu tahun dari Amsterdam pada 2 April 1595, laki-laki adalah gelombang pertama terdiri dari 4 kapal tetapi hanya 3 kapal selamat sampai berjumlah 249 awak kapal. Sejak itu, hanya laki-laki Belanda selalu datang di Hindia baik awak kapal, pejabat, pedagang, hingga tentara. Sebagian besar adalah laki-laki lajang maupun laki-laki sudah menikah. Tidak diketahui kapan perempuan Belanda akhirnya menginjakkan kaki di Hindia Belanda, tetapi dalam buku Nyai: Pergundikan di Hindia Belanda, Taylor dalam kutipan tahun 2009 mencatat pada periode VOC tahun 1652 hanya para petinggi dan pedagang VOC terpenting diperbolehkan datang ke Hindia. Jadi, istri-istri inilah adalah perempuan pertama mendarat di Hindia Belanda pada abad ke 17.

2.      Perempuan Belanda Memilih Memakai Kebaya

Sumber: digitalcollections.universiteleiden.nl

Kebaya adalah pakaian dari hasil akulturasi Tionghoa dan Jawa ternyata paling populer di Hindia Belanda, terutama perempuan Belanda kerap suka memakai kebaya sebagai pakaian sehari-hari. Pada awal kedatangan ke Hindia Belanda, para perempuan Belanda memakai gaun tradisional Eropa yang tebal dan panjang tetapi terasa ribet terutama mereka harus beradaptasi iklim tropis di Hindia Belanda. Para perempuan melihat gaya pakaian perempuan Bumiputera, mereka tertarik mengenakan pakaian sederhana dan cocok untuk iklim tropis. Mereka mulai memakainya senbagai keseharian, tidak hanya di rumah saja tetapi juga di luar rumah dimana mereka mencuci pakaian di sungai.

3.      Sungai Ciliwung Kala itu Masih Bersih

Ilustrasi: Sungai Ciliwung,
sumber: Tropenmuseum/Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculture


Di Hindia Belanda, sungai Ciliwung adalah pusat interaksi sosial paling nyata karena terdapat banyak aktivitas terkumpul di sungai yang sama. Ada para perempuan termasuk Belanda dan Bumiputera sedang mencuci pakaian, anak-anak laki-laki termasuk remaja pria masih suka bermain dan mandi telanjang (YA, TANPA BUSANA! Bahkan di depan banyak perempuan sedang mencuci dan juga ada anak-anak perempuan kecil masih berpakaian sambil bermain, tapi kala itu adalah hal normal), bahkan yang menarik orang-orang Belanda minum air sungai. Ada laporan menyatakan para perempuan dan istri Belanda tak ketinggalan juga mandi telanjang di sungai tapi dilarang oleh pemerintah kolonial atas protes kaum Bumiputera. Benar-benar gila zaman tempo doeloe, ya.

4.      Bahasa Petjok Jadi Bahasa Andalan Sehari-Hari di Hindia Belanda

Sumber: VOI


Bahasa Petjok atau Pecok, merupakan bahasa kreol yang unik dan populer di Hindia Belanda, biasanya dipakai adalah komunitas Indo atau orang-orang Belanda peranakan/ keturunan, tetapi juga orang-orang Belanda totok/ asli dan Bumiputera memakainya untuk keseharian. Bahasa Petjok terdiri dari tiga bahasa campuran yaitu Melayu, Belanda, dan Jawa atau bahasa daerah lain. Bahasa Petjok seringkali dianggap bahasa rendahan karena dianggap tidak sesuai dengan tata dan kaidah bahasa Belanda meskipun masih dipakai untuk berkomunikasi dengan rakyat Bumiputera sebagian besar masih dapat memahami bahasa Belanda secara dasar. Contoh bahasa Petjok yang ditemukan di karya sastra lawas, terutama puisi, pantun, lagu, cerita harian, dan lain-lain, yaitu dalam tulisan miik Bakti Supriadi, yaitu

·         Fanwar rokok-nja, Ntiet? artinya Dari mana rokoknya Ntiet?

·         Kleren njang di-wassen door die frouw artinya Pakaian yang dicuci oleh wanita itu

·         De water, njang stroman sachjes artinya Air, yang mengalir perlahan

Selain ini, masih banyak kata-kata Belanda dibuat lebih sederhana dan mudah diucapkan oleh kalangan Bumiputera karena mereka masih sulit mengucapkan satu kata Belanda yang benar sehingga dibuat lebih mudah diucapkan, seperti spoor tapi orang Jawa menyebut sepur, kerkweg burg disebut oleh orang Yogyakarta sebagai jembatan kewek, fabriek adalah kata sebutan dari pabrik, dan masih banyak lagi.

5.      Ketika Tahi Jadi Senjata

Ilustrasi: Serangan tentara Mataram melawan tentara VOC tahun 1628

Seorang pegawai VOC bernama Seyger van Rochteren menyaksikan perang paling menjijikan di dunia dalam catatan bukunya. Peristiwa tersebut terjadi pada serangan kedua dilakukan oleh tentara Mataram di Benteng Maagdelijn, Batavia, pada tahun 1629 ternyata berhasil membuat tentara VOC hanya terdiri dari 15 prajurit merasalan ketakutan, gementar, dan repot.

Para prajurit Belanda kehabisan peluru dan berlindung di dalam benteng terus digepur habis-habisan oleh tentara Mataram berjumlah besar. Seorang tentara VOC tiba-tiba mendapatkan ide untuk melemparkan tahi (konon itu tahi buang air besar) dengan panci kemudian melempar ke bawah ke arah tentara Mataram. Dan, benar, tahi itu membuat para tentara Mataram tak tahan bau dan lari kocar-kacar menjauhi benteng itu. Serangan itu langsung berhenting dan benteng pun selamat.  

Begini lima fakta menarik tentang kolonialisme Hindia Belanda. Jadi, selamat tahun baru 2026! Semoga tahun 2026 akan menjadi tahun yang penuh menggembirakan dan selalu bahagia sepanjang tahun.

Referensi

Baay, R. (2017). Nyai & Pergundikan Di Hindia Belanda. Komunitas Bambu

Septiani, Ayu. 2022. Bibliografi Sejarah Pakaian Indonesia Pada Masa Pemerintahan Hindia Belanda. Jurnal Pustaka Budaya, 9 (1), 20--27.

https://www.kompas.com/stori/read/2025/06/27/120000879/cornelis-de-houtman-tiba-di-banten-27-juni-1596--gerbang-ke-nusantara

https://www.kompasiana.com/hilmaaufiana8152/641814c508a8b51134728fe2/kebaya-putih-sebagai-pakaian-pengganti-gaun-eropa-di-hindia-belanda

https://nationalgeographic.grid.id/read/133278762/ketika-orang-orang-belanda-minum-air-bekas-mandi-warga-batavia?page=all

https://www.goodnewsfromindonesia.id/short/pekerja-gaji-maksimal-rp10-juta-bebas-pph-21-mulai-januari-2026?utm_campaign=baca-gnfi-ip&utm_medium=infinite-post&utm_source=gnfi

https://nationalgeographic.grid.id/read/133287033/belanda-melempar-tahi-di-kota-batavia-lahirlah-tanah-betawi?page=all

https://kurusetra.net/2022/06/25/saking-indahnya-banyak-noni-belanda-mandi-telanjang-di-sungai-batavia/

 


Comments