![]() |
| Sumber: Hot Topic on Instagram |
Seorang Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberi sindiran yang cukup tajam mengenai deforestasi pada jaman kolonial Belanda lebih minim dibanding pada jaman sekarang bernama Indonesia yang sudah merdeka. Anda dapat menonton video di berita di sini.
Sungguh miris bahwa seorang pejabat elit seperti ini masih meromantisasi kenangan Hindia Belanda sebenarnya sudah mati. Saya mengakui ada kekurangan yang parah, seperti bencana yang terjadi di Sumatra tapi sungguh tidak etis jika Anda membicarakan tentang kenangan kejayaan Hindia Belanda padahal Anda hidup di negara yang sudah merdeka, yaitu Indonesia. Waktu dan tempat berbeda maka sungguh tidak etis dan tidak patut.
Dalam konteks sejarah, kita memang melihat bahwa Hindia Belanda telah membangun banyak hal di sini, seperti rel kereta api, pabrik, jalan raya, bahasa daerah, hingga rumah Belanda masih utuh dan bertahan hingga sekarang. Tapi, bukan berarti, "kita seharusnya membawa kembali Hindia Belanda", karena buat apa kita sudah punya Perjanjian Konferensi Meja Bundar tahun 1949 dimana Belanda setuju menyerahkan kekuasaannya kepada Republik Indonesia yang baru dan merdeka? Padahal sejak itu, Hindia Belanda sudah dinyatakan mati alias tinggal kenangan, sama seperti Uni Soviet bubar pada awal tahun 1990, Yugoslavia bubar setahun kemudian, bahkan Kekaisaran Mongol yang hebat pun runtuh pada tahun 1260. Negara yang sekarang pada tahun 2025 adalah Indonesia, bukan Hindia Belanda lagi!
Belanda tidak lagi bisa ikut campur tangan urusan Republik ini. Kemerdekaan adalah keputusan rakyat Indonesia yang ingin merdeka ya maka tanggung sendiri, lah. Kalau tidak mampu, kenapa kita memutuskan merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 dan mendapatkan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada tanggal 2 November 1949? Ingkari dan batal saja kalau Anda masih meromantisasi kenangan kejayaan Hindia Belanda yang sudah mati. Pergi saja ke Belanda, minta Perdana Menteri Dick Schoof dan Raja Willem Alexander untuk memberikan restu terkait kolonialisasi Belanda kembali ke Indonesia, atau minta diberi status Negara Konstituen Kerajaan Belanda sejajar Curacao agar mendapatkan kemudahan masuk ke Eropa. Apa kalian mau menghidupkan kembali tentara KNIL (Koninlijke Nederlandsch-Indische Leger) dan membawa pulang lebih dari 15.000 warga Maluku? Apa kalian mau mengakui negara kita bernama Hindia Belanda atau Nederland-Indie?
Marah dan kecewa terkait masalah Indonesia itu boleh tapi jangan malah meromantisasi dan memuji kejayaan Hindia Belanda, karena Hindia Belanda itu sudah mati! Tidak peduli Hindia Belanda meninggalkan warisan luar biasa di sini, tapi sudah mati dan sudah berakhir! Tanggung sendiri atas keputusan Anda mau merdeka dari Belanda. Belanda tidak akan pernah ikut campur tangan urusan Republik ini. Kita tidak perlu menunggu keputusan Den Haag!
Belajar sejarah Hindia Belanda hanya untuk ilmu dan membentuk karakter bangsa Indonesia agar lebih kritis dalam menyikapi masalah bangsa ini, seperti menjaga aset sejarah peninggalan kolonial Belanda, mengedukasi masyarakat tentang bagaimana Belanda membangun bangsa ini yang memberikan dampak positif dan manfaat besar bagi masyarakat, meluruskan kebenaran sejarah Hindia Belanda yang netral dan independen, dan membantu hubungan baik dengan Belanda. Kami tidak pernah berniat menyatakan bahwa "lebih baik bawa kembali Hindia Belanda", tapi kita mau "membawa Indonesia yang lebih martabat dan setara dengan Belanda dalam semua bidang serta membuktikan diri kepada Belanda bahwa Indonesia akan sukses di semua bidang". Seperti Belanda membangun kanal dan irigasi untuk mengatasi banjir di Hindia Belanda, maka kita harus bisa membangun serupa lebih besar darinya, Belanda menghubungkan rel kereta api di seluruh Jawa pada masa Hindia Belanda, maka kita harus bisa menghubungkan rel kereta api di seluruh Sumatra, Kalimantan, bahkan Papua yang belum pernah dibangun semasa Hindia Belanda, Belanda mendirikan 179 pabrik di seluruh Jawa sehingga menyebabkan terciptanya lapangan kerja baru, maka kita bisa membuka lebih banyak lapangan kerja tersedia dengan mudah, banyak lagi. Kita harus bisa dan mampu, sebagai negara yang merdeka! Masa tidak mampu! Tunjukkan semua kepada Belanda! Belanda akan menaruh respek kalau kita mampu melakukan semua bahkan lebih baik daripada saat masih di era Hindia Belanda.
Maka, fokus negara yang sekarang adalah Indonesia! HINDIA BELANDA SUDAH MATI! Ingat, ya!

Comments
Post a Comment